Pemasangan Granit Sistem Kering vs Basah - Pusat Marmer dan Granit, Pusat Marmer, Pusat Granit, Pemasangan Granit, Cara Membersihkan Marmer

Friday, 7 July 2017

Pemasangan Granit Sistem Kering vs Basah

Granit belakangan ini mulai banyak digunakan untuk penutup lantai rumah. Tentu ada banyak alasan mengapa banyak orang lebih memilih menggunakan granit dibandingkan lantai keramik. Salah satunya adalah granit menawarkan tampilan yang lebih elegan dan mewah dibandingkan keramik. Untuk pemasangannya, ada berbagai macam teknik yang dapat diaplikasikan untuk memasang granit mulai dari sistem kering, semi basah, dan sistem basah.

Pemasangan granit sistem kering
Pemasangan granit sistem kering atau dry system merupakan sistem pemasangan granit yang biasa diterapkan untuk dinding interior dan eksterior dengan ketinggian yang sedang. Berikut ini adalah metode pemasangannya secara terperinci.
·    Pertama – tama, granit yang memiliki ketebalan 2 – 2,5 cm dibersihlah terlebih dahulu dari kotoran – kotoran. Setelah itu, semua sisinya dicoating .
·    Granit mendapatkan proses pengeboran yakni proses yang diperlukan untuk menempatkan pin dan bracket.
·    Selanjutnya, dinding diberi marking atau ditandai baik untuk as bangunan, ketinggian, dan posisi keluar masuk dinding dari ruangan.
·   Setelah itu, akan dilakukan proses pemasangan steel frame yang memiliki ketebalan 5 mm dan ukuran 50 x 50 mm di posisi yang telah ditentukan sesuai dengan ukuran atau dimensi granit yang akan dipasang (primary bracket).
· Tahap berikutnya adalah memasang plat dan bracket siku pada bagian steel frame yang telah terpasang dengan benar (secondary bracket).
·    Jika primary dan secondary bracket sudah berhasil terpasang dengan benar, granit pun sudah dapat dipasang dan selanjutnya pin disambungkan ke ubin granit dengan secondary bracket.
·    Setelah itu dilakukan penyetelan agar permukaan dinding granit di sisi kiri, kanan, atas, dan bawah dipastikan sudha benar. Ketika semua sudah benar, maka primary dan secondary bracket sudah dapat dimatikan dengan melakukan pengelasan di antara dua bracket tadi.
·     Tahap terakhir adalah menutup nut di antara granit dengan menggunakan sealent.
Pemasangan Granit Sistem Basah
Setelah mempelajari teknik pemasangan granit sistem kering, alangkah baiknya jika Anda juga mengetahui bagaimana pemasangan granit dengan sistem basah atau wet system. Biasanya sistem pemasangan ini digunakan untuk pemasangan dinding eksterior dan lantai. Berikut ini adalah metode pemasangannya secara rinci.
- Lokasi yang akan dipasangi granit pertama – tama dibersihkan lebih dulu dari berbagai kotoran yang ada seperti serbuk – serbuk kayu, lumpur, pasir, dan kotoran lainnya. Setelah itu, siapkan bahan – bahan dan peralatan yang dibutuhkan dalam proses pelaksanaan baru kemudian melakukan seleksi cacat – cacat permanen, arah, dan warna granit. Tata sedemikian rupa untuk membantu menentukan posisi pemasangan granit. Setelah itu, buatlah marking atau tanda pada batu granit sesuai dengan arah yang diinginkan.
- Marking untuk horizontal dan vertikal sebaiknya juga sudah ditentukan sebelumnya agar nantinya hasil yang didapatkan terlihat lebih rapi.
- Granit juga perlu dibersihkan dari berbagai kotoran baru kemudian dilapisi dengan coating pada semua sisinya.
- Campur pasir dan semen dengan perbandingan 3 : 1 dan kadar air secukupnya. Pastikan kadar air tersebut tidak sampai penuh. Atau Anda juga bisa menggunakan produk Mortar Ulama.
- Setelah itu, semen dan pasir yang sudah dicampur dituangkan ke permukaan lantai dengan ketebalan sekitar 3 cm. Selanjutnya granit pun dapat dipasang dengan mengikuti shof drawing yang sudah ada.
- Jika granit sudah terpasang sesuai shof drawing, selanjutnya lakukan proses penutupan nut – nut di antara granit dengan menggunakan resin. Tetapi sebelumnya perlu dilakukan proses untuk meluruskan nut – nut granit terlebih dahulu dengan menggunakan pisau potong granit yang paling tipis.
- Tahap yang terakhir adalah melakukan repolish terhadap granit yang sudah dipasang dan sudah dilakukan penutupan resin melalui tahap – tahap yang benar. Tahap pemolesan ulang itu sendiri terdiri dari 8 tahap di mana semua lapisan tidak boleh terlewat supaya mendapatkan hasil maksimal.
- Pengetesan pemolesan dapat dilakukan dengan gloss meter. Pastikan pengetesan ini menghasilkan angka parameter di antara 80 persen sampai 90 persen. Untuk pemasangan granit pada lantai, sebenarnya lebih baik jika menerapkan sistem basah dibandingkan pemasangan granit sistem kering. Hal ini karena bertujuan agar posisi pengikatan antara penggunaan granit dengan lantai bangunan bisa lebih kuat dan juga tahan lama.
Pada pemasangan dengan posisi lantai yang basah, cukup rawan terjadi penyerapan air. Sebaiknya lakukan pekerjaan pengeringan lantai lebih dulu dan tunggu hingga benar – benar kering sebelum melakukan proses pemasangan marmer.
Sistem Semi Basah

Pemasangan dengan sistem ini sebenarnya memiliki tahap yang sama dengan wet system. Namun pada sistem ini, mortar dicampur dalam keadaan kering. Setelah itu dihamparkan di atas lantai yang sebelumnya sudah disiram air semen. Setelah mortar dihamparkan dan diratakan, selanjutnya, permukaannya disiram lagi dengan menggunakan air semen. Setelah itu, proses pemasangan granit baru dapat dilakukan.

No comments:

Post a Comment

Tentang Kami

PUSAT MARMER GRANIT

Kami adalah Pusat Marmer dan Pusat Granit dengan skala besar, Siap memberikan harga Marmer dan Granit terjangkau dengan kualitas yang terbaik. Segera hubungi kami untuk pemesanan.


: [email protected]



Popular Posts

Formulir Kontak